Rabu, 26 Desember 2012

Jenis-Jenis Sablon Kaos

Didunia sablon manual atau kerennya screen printing terbagi beberapa jenis sablon dan cara sablon secara manual atau pun menggunakan mesin sablon. Diantara jenis sablon dan cara sablon manual-nya adalah sbb:

a. Sablon Rubber
Inilah yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan tinta sablon (cat) rubber dengan ramuan khusus agar tinta sablon dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.



b. Sablon Pigmen
Ini cat / tinta sablon yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.


c. Sablon Plastisol
cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh investasi yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.


d. Sablon Glow in the dark
Tinta sablon yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.


e. Sablon Reflektif
Tinta sablon yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya. Produksi dari 3M.


f. Sablon Discharge
Tinta sablon dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.


g. Sablon Flocking
Tinta sablon dengan bentuk jadi seperti beludru.


h. Sablon Foam atau cat timbul.
Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.


Salon Separasi: proses pemisahan warna disain untuk dijadiin film. Nah jenisnya ada 2 kalo ga salah. Ada yg spot color atau warna blok biasanya ini untuk disain berbentuk vektor, ada yg raster namanya process color. Disebut process color soalnya kalo pake cat plastisol warna2 yg udah dipisahin itu udah ada (udah diproses duluan, maksudnya udah ada yg jual jadinya kita ga perlu nyampur lagi), tapi bisa juga dipake buat cat rubber, tapi ga begitu bagus karena cat palstisol keunikannya adalah bisa ditumpuk pada saat masih basah jadi warnanya bisa nyampur.

Sablon Glitter: Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.

Sablon Foil: Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil yg ada di undangan2 gitulah, sifat foil mengkilat.


Sablon High Density: Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak presisi sedang foam timbulnya melengkung

Sablon High Frequency sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2 kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch))
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar